SMKN 3 Tanjungpinang Gelar Bimbingan Mahasiswa PLP
2 min read
TANJUNGPINANG – Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) tahun 2020 sudah dimulai sejak 10 Agustus 2020. Sebanyak 10 orang Mahasiswa PLP diterima secara resmi oleh pihak SMK Negeri 3 Tanjungpinang di ruang rapat.
AKSARANET.COM – Mahasiswa PLP didampingi oleh guru pamong yang sudah ditetapkan melalui SK. Praktik mengajar atau lebih sering disebut magang, kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tidak ada tatap muka di kelas akibat pandemi Covid 19. Pembelajaran dilakukan secara online dengan memanfaatkan berbagai flatform daring yang tersedia.
“PLP tahun ini berbeda, kita tidak ada tatap muka di kelas. Pembelajaran dilakukan melalui daring. Mahasiswa PLP akan kita beri pelatihan singkat tentang pemanfaatan plafform daring seperti google classroom, google form, google meeting. Agar lebih mantap dalam pemberian materi. Tidak menutup kemungkinan juga menggunakan flatform yang lain sebagai bentuk kreatifitas mahasiswa” Ungkap Jumadi, S.Pd Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Tanjungpinang melaui guru pamong Septi Suci Lestari, S. Pd, Senin 24 Agustus 2020.
Meskipun demikian, bimbingan tetap dilakukan guna konsultasi materi pembelajaran, teknik penilaian, perangkat pembelajaran.
Salah satu mata pelajaran yang telah melakukan bimbingan sebanyak dua kali adalah Bahasa Indonesia, selaku guru pamong Septi Suci Lestari,S.Pd dan dua orang mahasiswa Maijulika dan Angelina.
“Bimbingan untuk mapel Bahasa Indonesia dilakukan setiap hari Senin pukul 10 pagi bertempat di majelis guru. Kami membahas pembelajaran minggu lalu, respon siswa, dan penilaian. Begitu juga dengan materi minggu berikutnya. Tentu saja kendala-kendala yang dialami selama daring” Jelas Suci.
Masa PLP yang jauh lebih singkat dari periode sebelumnya juga mengharuskan mahasiswa lebih fokus dan banyak belajar dari guru pamong. Sebab tidak ada tatap muka dikelas yang melatih mental mahasiswa saat praktik mengajar.
“Sejauh ini siswa merespon positif. Pembelajaran juga berjalan lancar sebab bisa dipantau langsung oleh guru pamong. Sebelum kami posting materi dan tugas kami akan diskusi dulu dengan guru pamong. Ke depannya kami berharap bisa masuk kelas dan tatap muka langsung di kelas. Secara teori di kampus sudah kami pelajari, namun praktiknya belum” Papar Maijulika.
“Sebagai guru pamong, saya akan bimbing mereka dengan maksimal. Menjadi guru tidak hanya pintar mentransfer ilmu tapi juga menarik perhatian mereka untuk menyenangi mapel yang kita ajar. Bukan hanya kognitif melainkan afektif dan psikomotor harus seimbang. Sebab praktik di lapangan seringkali berbeda dengan yang mereka pelajari di kampus” tutup Suci.
Sumber/Foto: Red
![]()
